Profil Lee Yo Won (이요원)


PROFILE
Name: Lee Yo Won (이요원)
Profession: Aktris
Birth date: 9 April 1980
Birth place: Seoul, South Korea
Height: 173cm
Zodiac: Aries
Blod type: B
Families:
Husband: Park Jin Woo
Daughter: Park Ae Rin
Pendidikan: Sungil Girl’s High School, Dankook University
Favorite colour: blue
Favorite flower: yellow flower
Facebook (pages)*: 리 요 원 atau Yowon Lee Park
Facebook*: Lee Yo Won  atau Yowon Lee Park 
Twitter*: @Yowon_lee  
Website (Fans Corner): yowonlee.tistory.com
cafe.daum.net/yowonlove 
forums.soompi.com
MBC Channel Web: 이요원
Active Period: 1998-now
Agencies: J&H Film

*maybe wrong (if you want to find Lee Yo Won photo's, you can visit FB page Saranghae Lee Yo Won)

Lee Yo Won gallery photo's


Bagi Penggemar Drama Korea (K-Drama) pasti sudah tidak asing lagi dengan aktris yang satu ini, yaph dialah Lee Yo Won. meskipun sudah tidak muda lagi, namun wajah nuna/eonni yang satu ini tetap saja cantik dan ibu satu putri ini termasuk salah satu aktris yang tidak melakukan operasi plastik (dengan kata lain, cantiknya ini alami bawaan dari lahir). Berikut zetzu.blogspot sediakan beberapa foto Lee Yo Won dan semoga dapat semakin mendekatkan kalian dengan Lee Yo Won. O.K, selamat melihat-lihat.. :D

Laporan interim untuk pengawasan dan revisi estimasi laba

Laporan interim untuk pengawasan dan revisi estimasi laba
Menilai kekuatan atau permalan laba suatu perusahaan bergantung pada estimasi kondisi masa depan yang tidak dapat dibuktikan. Analis harus terus mengawasi kinerja perusahaan dengan membandingkannya peramalan dan asumsi terkini. Analis harus merevisi peramalan secara teratur dengan mempertimbangkan kondisi perusahaan saat ini.
Penyesuaian akuntansi akhir tahun
Menentukan hasil operasi untuk periode satu tahun membutuhkan beberapa penyesuaian akrual dan estimasi. Penyesuaian untuk periode interim sering kali kurang lengkap dan menggunakan informasi yang kurang andal dibandingkan dengan laporan akhir tahun. Hal ini kemungkinan menghasilkan menghasilkan ukuran laba periode interim yang kurang akurat.

Peramalan Laba

Peramalan Laba
Bagian utama analisis laporan keuangan dan penilaian adalah peramalan laba. Dalam perspektif analisis, evaluasi tingkat laba sangat terkait dengan peramalan laba. Hal ini disebabkan ramalan laba yang relevan melibatkan análisis komponen laba dan penilaian di masa depan. Peramalan laba mengikuti analisis komponen laba dan melibatkan pembuatan estimasi laba masa depan. Analis harus mempertimbangkan interaksi antar komponen dan kondisi usaha masa depan. Analis juga harus memperhitungkan daya tahan dan stabilitas komponen-komponen laba. Hal ini mencakup analisis elemen yang sifatnya permanen (berulang) dan sementara (tidak berulang)

Kekuatan Laba

Kekuatan laba
Kekuatan laba (earning power) mengacu pada tingkat laba perusahaan yang diharapkan akan terjadi pada masa depan. Dengan sedikit pengecualian, kekuatan laba diakui sebagai faktor utama dalam penilaian perusahaan. Model penilaian berbasis akuntansi mencakup kapitalisasi kekuatan laba, dimana kapitalisasi ini melibatkan penggunaan suatu faktor atau penggandaan yang mencerminkan biaya modal dan taksiran risiko serta pengembalian masa depan. Banyak analisis laba dan laporan keuangan yang ditujukan untuk menentukan kekuatan laba.

Pos Laba yang Bertahan dan Sementara

Penyusunan ulang dan penyesuaian laba untuk penilaian ekuitas bergantung pada pemisahan komponen laba yang stabil dan bertahan (persistent) dari komponen acak dan sementara (transitory). Penilaian daya tahan penting dalam penentuan kekuatan laba. Peralaman laba juga bergantung pada daya tahan laba. Bagian penting dalam analisis adalah menilai daya tahan komponen keuntungan dan kerugian dalam laba.
Analisis dan interpretasi pos sementara
Tujuan dari analisis dan interpretasi pos luar biasa adalah:
  1. Menentukan apakah suatu pos luar biasa bersifat sementara (tidak bertahan). Proses ini melibatkan penilaian apakah pos tersebut tidak biasa, bukan pos operasi, atau tidak berulang.
  2. Menentukan penyesuaian yang diperlukan setelah mengetahui penilaian daya tahan. Sering kali diperlukan penyesuaian khusus untuk evaluasi maupun peramalan laba

Faktor Penentu Daya Tahan Laba

Setelah menyusun dan menyesuaikan laba, analisis berikutnya akan menentukan daya tahan laba. Managemen laba, keragaman, tren dan insentif merupakan penentu daya tahan laba yang potensial.

Tren dan daya tahan laba
Laba yang mencerminkan tren pertumbuhan yang stabil lebih diinginkan. Tren laba dapat dinilai melalui metode statistik atau dengan pernyataan tren (trend stetement). Análisis tren menggunakan angka laba yang diperoleh setelah prosedur penyusunan ulang dan penyesuaian. Tren laba sering kali mengungkapkan petunjuk mengenai kinerja perusahaan saat ini dan masa depan (siklus pertumbuhan, pertahanan) dan menilai kualitas manajemen. Analis harus waspada terhadap distorsi akuntansi yang mempengaruhi tren.

Daya Tahan Laba

Analisis keuangan yang baik dapat mengenali komponen laba yang stabil dan dapat diprediksi atau komponen yang mampu bertahan (persistent). Komponen yang bertahan ini dipisahkan dari komponen acak atau yang tidak berulang. Analisis ini membantu menghasilkan ramalan kekuatan laba untuk penilaian yang andal. Manajemen laba dan perataan laba dapat memperlihatkan stabilitas dan prediksi yang lebih baik dibandingkan dengan yang sesungguhnya terdapat dalam karakteristik. Manajemen perusahaan sering kali berpendapat bahwa aktivitas tersebut menghilangkan distorsi atau keanehan hasil operasi. namun, aktivitas tersebut dapat menutupi ketidakteraturan wajar yang berasal dari siklus dan merupakan bagian dari lingkungan dan pengalaman perusahaan.

Audit Aktiva Tetap (IV)

CONTOH KASUS
Dalam suatu perusahaan terdapat kekeliruan-kekeliruan pada akun-akun properti, pabrik dan peralatan. Berikut kekeliruan-kekeliruan tersebut:
1.      Umur aktiva yang digunakan untuk menyusutkan peralatan lebih kecil dari umur manfaat yang layak dan diharapkan
2.      Aktiva yang dapat dikapitalisasi secara rutin dicatat sebagai beban seperti beban perbaikan dan peralatan, beban peralatan tidak tahan lama atau beban perlengkapan
3.      Peralatan kontruksi yang dibuang (abandoned) atau ditukar dengan peralatan pengganti tidak dihapuskan dari catatan akuntansi
4.      Beban penyusutan untuk operasi manufaktur dibebankan ke beban administrasi
5.      Peralatan kecil yang diperlukan untuk pemeliharaan peralatan dicuri oleh karyawan untuk penggunaan pribadi.
6.      Perolehan properti dicatat dengan jumlah yang tidak tepat.
7.      Suatu pinjaman untuk peralatan yang ada tidak dicatat pada catatan akuntansi. Penerimaan kas dari pinjaman tidak pernah diterima perusahaan karena penerimaan tersebut digunakan untuk membayar uang muka atas suatu unit peralatan yang sekarang digunakan sebgai aktiva operasi. Peralatan tersebut juga tidak dicatat dalam catatan akuntansi.

Audit Aktiva Tetap (III)

PROSEDUR ANALITIS SUBSTANTIF – AKTIVA TETAP
Perbedaan pengujian substantif terhadap aktiva tetap dan aktiva lancar
·         Karena frekuensi transaksi sangat sedikit maka pengujian substantif aktiva tetap relatif lebih singkat dari waktu yang diperlukan untuk pengujian substantif terhadap aktiva lancar. Karena pengaruh cutoff (pisah batas) sedikit pada perhitungan laba rugi maka auditor tidak mengarahkan perhatiannya pada ketelitian cutoff (pisah batas) transaksi yang berkaitan dengan aktiva tetap pada akhir tahun tetapi memusatkan perhatiannya pada ketepatan cutoff (pisah batas) transaksi aktiva lancar. Menitikberatkan pada verifikasi mutasi aktiva tetap. Sedangkan pada aktiva lancar menitikberatkan pada saldo per tanggal neraca.