Audit Aktiva Tetap (III)

PROSEDUR ANALITIS SUBSTANTIF – AKTIVA TETAP
Perbedaan pengujian substantif terhadap aktiva tetap dan aktiva lancar
·         Karena frekuensi transaksi sangat sedikit maka pengujian substantif aktiva tetap relatif lebih singkat dari waktu yang diperlukan untuk pengujian substantif terhadap aktiva lancar. Karena pengaruh cutoff (pisah batas) sedikit pada perhitungan laba rugi maka auditor tidak mengarahkan perhatiannya pada ketelitian cutoff (pisah batas) transaksi yang berkaitan dengan aktiva tetap pada akhir tahun tetapi memusatkan perhatiannya pada ketepatan cutoff (pisah batas) transaksi aktiva lancar. Menitikberatkan pada verifikasi mutasi aktiva tetap. Sedangkan pada aktiva lancar menitikberatkan pada saldo per tanggal neraca.

Tujuan pengujian substantif terhadap aktiva tetap
  • Memperoleh keyakinan tentang keandalan catatan akuntansi yang berkaitan dengan aktiva tetap.
  • Membuktikan keberdaan aktiva tetap dan keterjadian transaksi yang berkaitan dengan aktiva tetap.
  • Membuktikan hak kepemilikan klien atas aktiva tetap
  • Membuktikan kewajaran penilaian aktiva tetap yang dicantumkan di neraca
  • Membuktikan kewajaran penyajian dan pengungkapan aktiva tetap di neraca
Prosedur analitis substantif aktiva tetap
  • Bandingkan saldo aktiva tetap dan beban penyusutan tahun lalu dengan saldo tahun berjalan setelah mempertimbangkan perubahan dalam kondisi atau komposisi aktiva
  • Menghitung rasio beban penyusutan ke akun aktiva tetap terkait dan membandingkan dengan rasio tahun lalu
  • Menghitung rasio beban pemeliharaan ke akun aktiva tetap terkait dan membandingkan  dengan rasio tahun lalu
  • Menghitung rasio beban asuransi ke akun aktiva tetap tetap terkait dan membandingkan dengan rasio tahun lalu.
  • Review anggaran modal dan membandingkan jumlah yang dibelanjakan dengan jumlah yang dianggarkan.
Sebagai contoh, auditor dapat menghitung rasio beban penyusutan ke akun aktiva terkait dan membandingkannya dengan rasio tahun lalu. Jika rasio kurang dari rasio tahun lalu, auditor dapat menyimpulkan bahwa penyusutan tidak dihitung untuk beberapa aktiva yang ada di dalam akun.
Pengujian substantif terhadap aktiva tetap dalam audit yang pertama kali   
Auditor harus memverifikasi sejak aktiva tetap tersebut diperoleh hingga awal tahun yang diaudit. Kecuali jika tahun sebelumnya telah diaudit, maka auditor yang baru memusatkan pada transaksi mutasi dalam tahun yang diaudit.

PENGUJIAN TERINCI ATAS TRANSAKSI, SALDO AKUN, DAN PENGUNGKAPAN - AKTIVA TETAP
1)      Kelengkapan
Auditor memverifikasi keakuratan aktiva tetap dengan mendapatkan skedul induk dan skedul terinci untuk penambahan dan pengurangan aktiva. Jika auditor masih memiliki keraguan mengenai asersi kelengkapan, ia dapat memeriksa secara fisik sampel aktiva dan menelusurinya ke buku pembantu aktiva tetap. Jika aktiva termasuk dalam buku besar pembantu, auditor memiliki bukti yang memadai yang mendukung asersi kelengkapan.
2)      Pisah Batas
Pisah batas diuji sebagai bagian dari pekerjaan audit utang usaha dan beban yang masih harus dibayar. Dengan memeriksa sampel faktuk vendor dari beberapa hari sebelum dan sesudah akhir tahun, auditor dapat menentukan apakah transaksi aktiva modal dicatat di periode tepat. Tanya jawab dengan pegawai klie dan review atas transaksi sewa guna untuk periode yang sama dapat memberikan bukti atas pisah batas yang tepat bagi sewa guna usaha.
3)      Klasifikasi
Pertama, klasifikasi transaksi ke dalam akun aktiva tetap yang benar biasanya diperiksa sebagai bagian dari pengujian proses pembelian. Pengujian pengendalian auditor dan pengujian substantif atas transaksi memberikan bukti mengenai efektivitas prosedur pengendalian untuk asersi ini. Kedua, auditor harus memeriksa akun beban yang dipilih seperti perbaikan dan pemeliharaan untuk menentukan apakah ada aktiva modal yang telah dicatat secara tidak tepat di dalam akun ini. Dalam memeriksa dokumen pendukung, auditor harua menentukan apakah transaksi benar-benar merupakan unsur beban atau apakah akan lebih tepat untuk mengapltalisasi biaya tersebut. Terakhir, auditor harus memeriksa tiap perjanjian sewa guna usaha material untuk memverifikasi bahwa sewa guna usaha telah diklasifikasikan dengan benar sebagai sewa menyewa biasa atau sewa guna usaha pembiayaan.
4)      Keberadaan
Untuk menguji keabsahan, auditor mendapatkan daftar dari semua penambahan besar dan memeriksanya ke dokumen pendukung seperti faktur vendor. Dan lagi, auditor mungkin ingin memverifikasi bahwa aktiva yang dicatat sebagai aktiva modal benar-benar ada. Untuk perolehan yang besar, auditor dapat memeriksa secara fisik aktiva modal. Sama halnya, penghapusan aktiva harus diotorisasi dengan tepat, dan dokumentasi pendukung seperti penerimaan penjualan harus menunjukkan bagaimana penghapusan berlangsung. Auditor harus juga memastikan keabsahan transaksi sewa guna usaha dengan memeriksa perjanjian sewa guna usaha yang dilakukan oleh entitas. Jika perjanjian sewa guna usaha diotorisasi secara tepat dan aktiva telah digunakan, bukti tersebut mendukung keabsahan aktiva yang dicatat.
5)      Hak dan Kewajiban
Auditor dapat menguji hak atau kepemilikan dengan memeriksa faktur vendor atau dokumen pendukung lain.
6)      Penilaian dan Alokasi
Auditor menguji biaya aktiva baru yang dicatat dengan memeriksa faktur vendor dan dokumen pendukung lain yang digunakan oleh klien untuk menetapkan nilai aktiva yang tercatat. Jika klien memiliki aktiva yang dibangun sendiri, auditor melaksanakan pekerjaan audit terinci atas akun pekerjaan dalam pembangunan. Hal ini termasuk memastikan bahwa bunga dikapitalisasi secara tepat sebagi biaya aktiva (lihat FASB No.34, Kapitalisasi Biaya Bunga).
FASB No 144, Akuntansi untuk Penurunan Nilai atau Penghentian Pemakaian Aktiva Berumur Panjang, mensyaratkan bahwa aktiva berumur panjang di-review untuk penurunan nilai jika peristiwa atau perubahan kondisi menunjukkan bahwa nilai tercatataktiva tidak dapat di pulihkan. Biasanya, auditor mengumpulan keyakinan atas penilaian aktiva tetap melalui berbagai prosedur (misalnya, memahami bisnis dan industri serta peristiwa saat ini yang dapat mengarah pada penurunan nilai, pengujian pengendalian atas evaluasi penurunan nilai klien, tanya jawab dan observasi terkait dengan kondisi dan manfaat aktiva berumur panjang, dan pengujian terinci atas saldo).
Isu penilaian lainnya yang harus dihadapi auditor adalah pengakuan beban penyusutan. Jika klien menggunakan komputer untuk memproses dan memperhitungkan aktiva modal, auditor mungkin dapat menggunakan teknik audit berbantuan komputer untuk memverifikasi perhitungan penyusutan untuk berbagi aktiva. Alternatifnya, auditor dapat menghitung kembali beban penyusutan untuk sampel aktiva modal. Dalam melakukan perhitungan ini, auditor mempertimbangkan kewajaran estimasi umur aktiva, metode penyusutan yang digunakan untuk tujuan pembukuan dan pajak, serta nilai sisa yang diperkirakan.
7)      Isi Pengungkapan
Beberapa pengungkapan ini dibuat berupa catatan atas laporan keuangan “ikthisar kebijakan akuntansi signifikan”, sedangkan unsur lain dapat diungkapkan dalam catatan atas laporam keuangan terpisah.

EVALUASI TEMUAN AUDIT-AKTIVA TETAP
            Auditor menjumlahkan kemungkinan salah saji dan membandingkan jumlah ini dengan salah saji yang dapat diterima, bukti menunjukkan bahwa akun aktiva tetap tidak mengandung salah saji material. Tetapi jika kerugian salah saji lebih besar dari salah saji yang dapat diterima, auditor akan memerlukan menyesuaian atas akun tersebut atau menerbitkan laporan auditor dengan pendapat wajar dengan pengecualian.

1 komentar:

  1. Terimakasih atas informasinya, sangat membantu.
    salam kenal dari saya mahasiswa fakultas Ekonomi :)

    BalasHapus